Postingan

Politik Ratu Adil

  Kalau wong cilik mengharapkan datangnya Ratu Adil, itu sebenarnya karena mereka ingin terbebas dari penderitaan dan kemiskinannya. Oleh SINDHUNATA Kompas, 8 Desember 2023 05:16 WIB KOMPAS/HERYUNANTO Ilustrasi Hiruk-pikuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 terjadi setelah 25 tahun  reformasi . Sayang jika keterkaitan waktu di antara keduanya begitu saja kita lupakan. Kita boleh segera membayangkan, bisakah hiruk-pikuk pesta  demokrasi  ini kita rayakan apabila tiada reformasi? Jawabannya mudah, andaikan tiada reformasi, rezim otoriter  Orde Baru  takkan tumbang. Artinya, rezim itu akan terus represif terhadap gerakan-gerakan demokratis, dan tak mungkinlah pesta demokrasi ini boleh terjadi. Maka, Pilpres 2024 merupakan anak dari reformasi. Jika ia berjalan melawan arah demokrasi, itu berarti ia membunuh ibunya sendiri. Dalam hal ini perlu terus kita ingat, demokrasi itu rawan, bagai gelas yang mudah pecah. Kita harus merawatnya dengan amat...

Bercandaa, bercanda

Sabtu lalu 14 Oct di kolom Karier Kompas ada artikel tentang Humor di tempat kerja. Menarik untuk dikaji. Tempat kerja atau kantor sebaiknya menjadi tempat yang menyenangkan, tempat dimana orang rindu untuk datang, bertemu, berkumpul dan bekerja, bukan tempat yang dingin dan serba kaku. Humor bisa menjadi media untuk mencairkan suasana tersebut. Mungkin berlebihan kalau saya bilang "kantor seharusnya menjadi tempat bermain, tapi sambil kerja serius, atau serius kerja tapi masih bisa bermain", nah bingung kan.  Di tempat kerja saya, para staf tidak sungkan bercanda dengan saya, begitu juga sebaliknya, saya biasa bercanda atau berhumoria dengan mereka, hampir tiap hari. rasanya hari tidak lengkap jika kami lewati dengan kedinginan dan kekakuan.  Bercanda dan berhumoria bisa menjadi alat membangun keakraban dengan team kerja. Kami sudah melakukannya dan selama ini kerjaan fine-fine saja. Semua staff bisa bekerja dengan baik, meet schedule dan bahkan bisa lebih kreatif dan produk...

King The Land

Gambar
Saya terpaksa menontonya , mungkin itu narasi pembuka paling tepat untuk tulisan ini. Seorang dosen mata kuliah Strategic Management dan Business Modelling setengah menganjurkan kami untuk nonton drakor King The Land . banyak pelajaran berharga yang bisa diambil katanya. Saya tidak percaya. Dalam bayangan saya, drama Korea atau lebih terkenal dengan singkatan drakor, adalah film-film khas Korea yang mudah ditebak plot dan endingnya, kalau tidak cerita percintaan romantis menyek-menyek, paling cerita tentang pembulian di sekolahan, kampus, dan tempat kerja, atau juga tentang politik bisnis keluarga.  Bayangan saya tidak salah, walaupun tidak sepenuhnya benar. King The Land menghadirkan sesuatu yang sedikit berbeda, ada hal-hal yang menarik untuk dikaji, related dengan ilmu management, khususnya dalam lingkup corporate level strategic, dan business modelling. Saya tidak akan cerita seperti cerpen tiga babak, apalagi kisah percintaan didalamnya, kepanjangan, cukup bagian tengah dan ...

Lebaran

Lebaran, kata sebagian orang hanya bisa dirayakan oleh yang berpuasa, saya tidak sependapat, kecuali idul fitri, sesuai makna yang dipahami yaitu kembali makan pagi, maka hanya orang yang berpuasa yang bisa merayakannya. Lebaran sejatinya dirayakan dan disyukuri banyak orang, bukan hanya muslim, tapi non muslim juga. Lebaran telah bertransformasi menjadi festival yang kegembiraannya bisa dirayakan oleh semua orang. Gembira karena merasakan efek positif yang ditimbulkan, yaitu konsumsi. Bisnis pakaian bergeliat karena efek konsumsi menjelang lebaran, pedagang dan pegawainya bahagia karena dagangannya laku, upah bisa dibayar dan keuntungan pun diraih.  Para pedagang sembako pun merasakan efek positif lebaran yang sama, penjualannya meningkat dari hari biasa, maka pendapatannya  pun meningkat dari biasanya. Kesimpulannya, lebaran bisa memberikan efek positif hampir kepada semua sektor bisnis, produsen, konsumen, dan juga semua sektor bisnis pendukungnya. Sejatinya sebuah festival...

The power of Nampang

Gambar
Woody Allen adalah seorang Aktor, Sutradara, Musikus, Penulis, sekaligus Pelawak. Salah satu statement nya yang terkenal dan saya sukai adalah: "80% kunci sukses adalah nampang" Kata populer dari Nampang adalah; mejeng, pasang muka, menampang, atau ngeceng. kata terakhir tolong jangan diganti huruf e pertamanya jadi a. Jika dicermati dan dipahami, statement Woody Allen banyak benarnya. Walaupun belum tentu benar sepenuhnya tapi saya melihat banyak orang yang sukses karena rajin nampang.  Seorang pencari kerja, sukses mendapatkan pekerjaan karena mejengin CV nya di media jaringan profesional. Seorang konten kreator, sukses mendapatkan cuan ketika video konten nya dipejengin di Tiktok, Youtube atau instagram. Seorang pebisnis, sukses karena rajin sowan (nampang) ke para pemangku kebijakan, atau customernya. Seorang Politisi sukses mendulang suara karena rajin nampang, padahal belum bekerja. Seorang Ida Dayak, jadi terkenal dan sukses karena mejengin video pengobatanya  di media...

MORAL, bentuknya seperti apa ?

Pagi-pagi buta, atau sekitar jam 6 saya main ke rumah teman yang baru saja menyelesaikan master accountingnya. Penuh perjuangan berat untuk menyelesaikan master katanya. Kuliah disambi dengan bekerja full time di korporasi yang cukup besar itu seperti berada di antara hidup dan mati. Tugas pekerjaan yang seabrek dan tugas kuliah yang menggunung harus bisa diselesaikan berbarengan. Dibutuhkan komitmen dan endurance tinggi untuk selesai di garis finish: sidang thesis. Yang menarik untuk dituliskan disini adalah bukan kisah perjuangan dia melewati tantangan kuliah S2 sambil kerja, karena saya juga senasib. Tapi yang menarik adalah hasil penelitian dia tentang: Apakah MORAL menjadi dasar kepatuhan Perusahaan (wajib pajak badan) atau wajib pajak orang pribadi dalam pelaporan pajaknya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ternyata, "Moral tidak berhubungan positif dengan kepatuhan pelaporan pajak Perusahaan dan orang Pribadi". Penelitian ini melibatkan ratusan responden, baik itu peru...