Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

(Aku) tak mau berbagi cermin

Gambar
Hari ini saya membaca tulisan menarik tentang puisi-puisi Chairil Anwar. Kata penulis, puisinya terlalu individualistik dengan ke-Akua-anya sebagai laki-laki, Sarat dengan Maskulinitas. Saya pribadi tertarik membahasnya dalam lingkup bias gender.  Aku (sebagai laki-laki) pemegang kekuasaan, Otoritatif atas semua hal, dan memandang Wanita hanya sebatas objek, dipandangi, diperebutkan bak trofi, diminta melahirkan banyak anak.  ketika Wanita ingin menjadi subjek maka mereka harus menjadi seperti laki-laki atau menggantikan fungsi subyektif laki-laki itu sendiri. Tidak jarang ketika melihat seorang Ibu-ibu yang mampu membesarkan, merawat, membiayai, menyekolahkan, sampai berhasil maka komentar yang kita sering dengar adalah “ibu itu seperti kepala rumah tangga”, bukan penilaian yang jujur bahwa dia memang sejatinya adalah Kepala rumah tangga ketika menggantikan fungsi laki-laki. Pengakuan jujur seperti membentur tembok tebal yang diimani bahwa “Laki-laki adalah pemimpin para wani...