The power of Nampang
Woody Allen adalah seorang Aktor, Sutradara, Musikus, Penulis, sekaligus Pelawak. Salah satu statement nya yang terkenal dan saya sukai adalah:
"80% kunci sukses adalah nampang"
Kata populer dari Nampang adalah; mejeng, pasang muka, menampang, atau ngeceng. kata terakhir tolong jangan diganti huruf e pertamanya jadi a.
Jika dicermati dan dipahami, statement Woody Allen banyak benarnya.
Walaupun belum tentu benar sepenuhnya tapi saya melihat banyak orang yang sukses karena rajin nampang.
Seorang pencari kerja, sukses mendapatkan pekerjaan karena mejengin CV nya di media jaringan profesional.
Seorang konten kreator, sukses mendapatkan cuan ketika video konten nya dipejengin di Tiktok, Youtube atau instagram.
Seorang pebisnis, sukses karena rajin sowan (nampang) ke para pemangku kebijakan, atau customernya.
Seorang Politisi sukses mendulang suara karena rajin nampang, padahal belum bekerja.
Seorang Ida Dayak, jadi terkenal dan sukses karena mejengin video pengobatanya di media sosial.
Bahkan para penceramah pun tak luput dari kebiasaan nampang, karena video ceramahnya dan isi ceramahnya dipejengin di Youtube, instagram, Facebook, tiktok, maka panggilan ceramah berdatangan dan fulus pun mengalir.
Itulah the power of nampang, atau ngeceng, jual muka, mejeng atau entah apa lagi istilahnya.
Apa salahnya nampang, jika dilakukan dengan cara yang benar, dan tidak menimbulkan kemudharatan saya pikir halal saja.
Buat para jomblo dan karyawan yang ingin sukses, cobalah sekali-kali mejeng di depan pujaan hati dan atasan kalian. Apalagi saat lebaran, momennya pas.
Coba berikan ucapan "Selamat Hari Raya" apalagi dilengkapi dengan sorogan, bakal makin dahsyat.
Buat Bosku yang pemurah rezeki, Temanku yang baik hati, calon mertua yang sempat sayang, si dia yang pernah singgah di hati dan pernah menyakiti, adik, kakak, saudara, tetangga kiri kanan depan belakang, dengan hati yang tulus saya mengucapkan
"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf Lahir Batin, Taqoballahu minna waminkum taqobbal ya kariim"
Zarkasyi Husin Sekeluarga

Komentar