Postingan

Selayaknya paduan Suara

Gambar
  Dalam paduan suara, setiap suara itu berarti. Dari soprano yang melengking ke langit, atau bass yang terdengar membumi. Setiap penyanyi berkontribusi dengan suaranya yang unik untuk menciptakan harmoni yang terpadu. keseimbangan yang luar biasa secara individu dan kesatuan ini menawarkan analogi kerja tim yang kuat dalam organisasi. Sama seperti paduan suara yang mencapai keharmonisan melalui kolaborasi, komunikasi, dan tujuan bersama, demikian pula sebuah tim dapat mencapai kesuksesan dengan menganut prinsip-prinsip ini. Kesuksesan bukanlah tentang menonjol sebagai individu, tapi tentang memadukan kekuatan kita dengan orang lain untuk menciptakan hal yang lebih baik. Setiap suara berarti,  Walaupun kadang kita suka menemukan pribadi yang merasa paling hebat, berdiri dan bersuara lebih tinggi agar kelihatan, persis seperti Heineken . 🫢 Mendengarkan sama pentingnya dengan berkontribusi. Selamat malam Nusantara 😁

Supardi, BUMAS & BUMM

Gambar
Entah, siapa dan apa dulu yang saya mesti duluan bahas dalam tulisan ini, apakah tentang Supardi, BUMAS atau BUMM, tapi ketiganya berkaitan.  Pak. Dhe Pardi, begitu dia biasa dipanggil oleh tetangganya, teman-teman DKM, sekolah, komunitasnya, bahkan teman-teman sekolah istrinya. Saya pun ikut memanggilnya Pak. Dhe, bukan ikut-ikutan, itu satu upaya yang tidak bisa dibilang basa-basi, tapi lebih kepada panggilan penghormatan karena beliau lebih tua dari saya yang terkonfirmasi karena tepat tahun 2020 beliau pensiun di usia 58 tahun. Supardi adalah suami dari teman sekolah istri saya, beliau adalah pensiunan dari departemen pertanian. Laku hidup sebagai penyuluh selama bertahun-bertahun dia ceritakan dengan dengan semangat kepada saya. Ada pancaran kepuasan dan kebahagiaan di matanya, cerita tentang apa yang dia lakukan pada masa pensiun sekarang adalah adalah laku pamungkas, beliau aktif di Masjid. it might be called the ultimate of life, baik secara spiritual maupun humanis. Cerit...

Kaka Boss

Ini cerita tentang Cinta Pertama Anak Perempuan Minggu lalu saya nonton film “Kaka Boss”. Film besutan Arie Kriting dan Kristo Immanuel yang menarik untuk disimak. Apalagi bagi mereka yang berpredikat “ayah” yang mempunyai anak perempuan dan sebaliknya. Film bercerita tentang Angel seorang anak tunggal perempuan, yang duduk di bangku SMP elit dan favorit. Dia berasal dari keluarga kelas menengah ke atas, berwajah manis dan cukup pandai di kelas. Angel mempunyai teman banyak, karena pandai bergaul. Lengkap sudah predikat yang melekat pada diri Angel sebagai remaja idola. Sayang, ayah Angel, yang dalam film ini dipanggil “Kaka Boss”, berprofesi sebagai direktur penyedia jasa penagih utang dan pengawal swasta. Singkat kata, Kaka Boss adalah seorang jagoan preman yang ditakuti oleh banyak orang. Wajah dan penampilannya “menakutkan”, ikut mendukung profesinya. Dari situlah drama mulai diolah oleh sang sutradara. Angel malu mempunyai ayah yang menyeramkan. Tak terbersit rasa bangga se...

Laki-laki paruh baya di atas kuburan

Gambar
Seorang laki-laki paruh baya, sedang duduk bersimpuh di atas kuburan pemakaman umum, tampak kesedihan yang teramat dalam di wajahnya, dia menangis tanpa henti, ratapannya terdengar lirih. “Kenapa kamu harus meninggal duluan, sejak kau pergi, hari-hariku yang dulu indah sekarang tak ada lagi, setiap hari aku didera siksaan, rasanya aku tak sanggup lagi, kalau boleh dan tak berdosa, aku ingin menyusulmu” Seorang peziarah lain di kuburan sebelah menengok ke laki-laki paruh baya itu, peziarah tersebut melihat ada keganjilan, dia yakin laki-laki paruh baya itu salah kuburan, karena nama yang tertera di batu nisan adalah nama laki-laki, peziarah menepis prasangkanya dan berfikir, “ah mungkin dia seorang Gay” gumamnya.  Daripada penasaran, peziarah itu coba memberanikan diri bertanya, siapa tahu laki-laki itu memang salah kuburan. “Pak, maaf, mungkin bapak salah kuburan” “Ah tidak” jawab tegas laki-laki paruh baya itu “Tapi nama di batu nisan tu nama laki-laki pak” peziarah itu menimpali ...

Burung Kecil

Gambar
Seekor burung kecil sedang terbang ke selatan pada musim dingin, cuaca sangat dingin sehingga burung itu membeku dan jatuh ke tanah di sebuah ladang yang luas ketika dia sedang berbaring di sana, seekor Sapi lewat dan menjatuhkan kotoran ke atasnya, sementara burung yang membeku itu tergeletak di tumpukan kotoran sapi, dia mulai menyadari betapa hangatnya dia, kotoran itu benar-benar menghangatkannya. Burung itu berbaring di sana dengan perasaan bahagia dan mulai bernyanyi. Seekor kucing yang lewat mendengar nyanyian burung tersebut, sambil mengendap-ngendap dia mengikuti suara tersebut sampai akhirnya dia melihat seekor burung yang sedang berbaring bahagia di kotoran sapi. Kemudian kucing itu menarik burung tersebut dari kotoran sapi dan memakannya. Yang kita bisa petik dari cerita tersebut adalah: Tidak semua orang yang mengotori/mempersulit/meneriaki anda adalah musuh Dan tidak semua orang yang menarikmu dari kotoran adalah temanmu

How often do you visit the library ?

Gambar
He often do you visit the Library ? 1 kali dalam seminggu, 1 kali dalam sebulan, 1 kali dalam setahun, atau tidak sama sekali dalam setahun, atau dalam 10 tahun benar-benar tidak sama sekali. Dalam kepungan E-book yang melimpah, dan banyak literasi sudah di digitasi dan digitalisasi, datang ke perpustakaan masih punya vibe yang berbeda. Melihat begitu banyak orang serius membaca di perpustakaan rasanya seperti menemukan harapan bahwa ternyata masih banyak orang punya niat membaca tanpa mengharapkan dapat pahala.  Saya juga termasuk orang yang tidak hobi ke perpustakaan, hari ini karena karena temani anak cewek yang hobinya ke perpus dan museum, jadi akhirnya jadi tahu begitu ramainya museum. Sesuatu yang di luar dugaan, ketika naik ke lantai 4 perpusnas, buku yang yang pertama kali saya lihat adalah buku ini “thinking fast and slow” buku yang sudah lama saya pengen beli dan baca.  Mungkinkah sudah jalan Tuhan ?, entahlah, mungkin kebetulan saja. 😊

Masalah, Persepsi, Harapan atau pendapat umum

Pagi-pagi buta saya nyalakan HP untuk sekedar mengecek apakah ada WA masuk dari orang-orang tercinta terdekat (Istri/Anak). Ternyata tidak ada, sepertinya saya seorang suami dan bapak yang kurang dirindukan, nasib, padahal mungkin saya adalah surga terdekatnya mereka.  “Ting” tiba-tiba masuk satu pesan di media profesional account saya, satu ajakan untuk menjadi donatur tetap satu lembaga nirlaba yang program khususnya di pemberdayaan perempuan. menarik.  Tidak sering memang, tapi sekali, dua kali saya suka dapat direct message seperti itu, apakah karena saya pernah jadi donatur lembaga nirlaba, atau karena mesin algoritma menganalisa saya cukup peduli dengan isu-isu pemberdayaan perempuan, atau sekedar pesan nyasar, sekedar tembakan spekulasi, entahlah, hanya Algoritma dan Tuhan yang tau. Saya coba click laman organisasinya, terlihat sederhana tapi menarik, penuh dengan info program, baik yang existing maupun yang sudah selesai, juga cara berdonasi. saya tidak melihat ada pho...