Laki-laki paruh baya di atas kuburan
Seorang laki-laki paruh baya, sedang duduk bersimpuh di atas kuburan pemakaman umum, tampak kesedihan yang teramat dalam di wajahnya, dia menangis tanpa henti, ratapannya terdengar lirih.
“Kenapa kamu harus meninggal duluan, sejak kau pergi, hari-hariku yang dulu indah sekarang tak ada lagi, setiap hari aku didera siksaan, rasanya aku tak sanggup lagi, kalau boleh dan tak berdosa, aku ingin menyusulmu”
Seorang peziarah lain di kuburan sebelah menengok ke laki-laki paruh baya itu, peziarah tersebut melihat ada keganjilan, dia yakin laki-laki paruh baya itu salah kuburan, karena nama yang tertera di batu nisan adalah nama laki-laki, peziarah menepis prasangkanya dan berfikir, “ah mungkin dia seorang Gay” gumamnya.
Daripada penasaran, peziarah itu coba memberanikan diri bertanya, siapa tahu laki-laki itu memang salah kuburan.
“Pak, maaf, mungkin bapak salah kuburan”
“Ah tidak” jawab tegas laki-laki paruh baya itu
“Tapi nama di batu nisan tu nama laki-laki pak” peziarah itu menimpali sambil menunjuk ke arah batu nisan
Sambil menengok ke arah peziarah itu, laki-laki paruh baya itu menjawab lirih
“Laki-laki di dalam kuburan ini adalah suami pertama istri saya”

Komentar