Postingan

Masalah, Persepsi, Harapan atau pendapat umum

Pagi-pagi buta saya nyalakan HP untuk sekedar mengecek apakah ada WA masuk dari orang-orang tercinta terdekat (Istri/Anak). Ternyata tidak ada, sepertinya saya seorang suami dan bapak yang kurang dirindukan, nasib, padahal mungkin saya adalah surga terdekatnya mereka.  “Ting” tiba-tiba masuk satu pesan di media profesional account saya, satu ajakan untuk menjadi donatur tetap satu lembaga nirlaba yang program khususnya di pemberdayaan perempuan. menarik.  Tidak sering memang, tapi sekali, dua kali saya suka dapat direct message seperti itu, apakah karena saya pernah jadi donatur lembaga nirlaba, atau karena mesin algoritma menganalisa saya cukup peduli dengan isu-isu pemberdayaan perempuan, atau sekedar pesan nyasar, sekedar tembakan spekulasi, entahlah, hanya Algoritma dan Tuhan yang tau. Saya coba click laman organisasinya, terlihat sederhana tapi menarik, penuh dengan info program, baik yang existing maupun yang sudah selesai, juga cara berdonasi. saya tidak melihat ada pho...

Hari HR internasional

Gambar
Hari ini, Senin tanggal 20 Mei diperingati sebagai hari HR international. Tidak seperti hari-hari internasional lainya yang diperingati secara hingar bingar, gebyar dengan tuntutan, dan harapan, Hari HR Internasional diperingati biasa saja. Begitulah HR, bekerja dalam senyap, padahal fungsinya begitu krusial dalam satu organisasi, baik itu organisasi kecil maupun besar. Kalau berbicara perusahaan, orang lebih banyak taunya adalah tentang lingkungan kerja, karyawan, suasana kerja, produktivitas,  kultur kerja dan sebagainya. Jarang terpikirkan bahwa ada keikutsertaan dan peran HR dalam menciptakan itu semua. HR atau kepanjangan nya Human Resources, bukan hanya berfungsi sebagai divisi yang melakukan seleksi, rekrut, penempatan dan pengembangan, tapi sekarang sudah bertranformasi menjadi mitra business didalam satu perusahaan, menjadi salah satu human capital, mitra strategis yang punya kontribusi komersial dan non komersial. HR sudah selayaknya diapresiasi lebih, karena membangun ma...

Nyampah Sampah

Gambar
Nyampah, anak sekarang bilangnya “nyepam”, satu aktivitas kirim pesan yang dianggap mengganggu penerimanya,  ngotor-ngotorin dan tidak penting, karena isinya dikategorikan sebagai  sampah (spam).  Pesan yang dikategorikan sampah biasanya adalah berita-berita yang tidak jelas, tidak mutu, iklan tipu-tipu, dan yang paling sering adalah berita politik; hoax sara; dan juga hoax kriminal. Aktivitas nyepam biasanya ramai di grup-grup WA alumni dan keluarga (besar maupun kecil). Saya pribadi hampir tidak pernah menerima spam dari teman secara japri, kalaupun dapat kiriman pesan, biasanya sekedar narasi tausiah, dari teman yang terjangkiti Messiah Complex akut. Jika kita amati dengan tidak seksama (tidak perlu serius), yang suka kirim pesan-pesan yang dianggap (sampah) di WA grup biasanya orangnya itu-itu juga, atau dia lagi dia lagi. Kalau di group alumni rata-rata kaka senior, di WAG keluarga juga para senior (levelnya sudah Om dan Tante, dan juga Pak. Dhe Bu Dhe). Sementara di...

Masalah buat elo ?

Gambar
“ Masalah ” adalah kata yang sangat sering kita dengar, kita mengakrabi sekaligus membenci, karena pada dasarnya setiap kita tidak suka dengan masalah, tapi faktanya setiap saat kita punya masalah dan sering berMasalah, saking keseringan sampai kita tidak tahu apa itu sejatinya  “Masalah”. Dalam pengertian awam yang kita sering dengar dan yakini, masalah adalah problematika, hal-hal yang menyusahkan hidup, tingkatannya bisa mudah, sedang, rumit, dan rumit sekali.  Pada tingkatan yang mudah, biasanya kita lalui dengan biasa saja, bahkan tanpa kesan, tapi pada tingkatan yang “rumit sekali” kita akan mengalami stress, dan rasanya seperti tidak menemukan solusi atau jalan untuk menyelesaikannya. Orang beriman akan berusaha berprasangka baik dengan berat ketika menghadapi masalah, meyakini bahwa semua masalah itu adalah ujian dari Tuhan, lalu menghibur diri bahwa dibalik masalah pasti ada hikmahnya, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, itu nasehat yang didapat dari para penceram...

Menuju Perubahan

Ada satu pejabat paling senior di negeri ini yang sepertinya alergi sekali dengan kata “Perubahan”. Kata tersebut buat dia seperti sindiran, bahkan mungkin juga ancaman. Maka tidak heran jika kita pernah lihat dia dengan nyinyir mengomentari tagline “perubahan”.  Kita semua sudah tahu bahwa pada dasarnya “Perubahan” adalah satu proses yang kita tidak bisa hindari, tidak bisa dibendung,  karena “Perubahan” adalah sesuatu yang alami, abadi, konstan, dan kodrati buat seluruh makhluk hidup. Bayi yang tadinya hanya bisa merangkak ingin berubah bisa berjalan. Tak peduli seberapa sering terjatuh, dia tetap ingin berubah dari hanya bisa merangkak lalu bisa berjalan. Anak-anak yang tadinya belum banyak mengerti apa-apa ingin berubah menjadi mengerti banyak hal. Salah satu proses perubahanya adalah dengan masuk sekolah dan belajar. Kita yang merasa miskin ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik (sejahtera), dengan cara apa, tentu dengan berusaha, bekerja dan berniaga. Lalu apa salahny...

Supports dan Congrats

Gambar
Kita adalah pribadi yang selalu tersenyum bangga di bawah lampu sorot, euphoria dalam gemuruh tepuk tangan, meninggi dalam riuhnya pujian dan ucapan selamat, lalu berdiri tegak dengan jas kejumawaan.  Kita Lupa tentang DIA disana yang selalu tidak kita ceritakan, padahal Kita adalah apa yang selalu ditulis dalam mimpi-mimpinya, disebut dalam setiap doanya, sementara DIA adalah yang luput dalam ingatan ketika kita berada dalam titik capaian.  DIA adalah yang selalu duduk di samping ketika penat melanda setelah aktivitas keseharian. DIA adalah yang menguatkan ketika kita jatuh. Kita lupa DIA adalah tangan Tuhan. Kita sering tidak sadar kapan makanan yang dihidangkan dimasak, kita sering lupa kapan pakaian yang bersih dan rapi dicuci dan diseterika. Kita sering lupa rumah yang selalu tertata. Kita tidak tahu kapan anak-anak kita bisa berdiri dan berjalan. Kita juga tidak tahu kapan anak-anak kita bisa mengucapkan kata Mama dan Papa. Invisible hand atau Tangan Tuhan memang bekerja...

Politik Ratu Adil

  Kalau wong cilik mengharapkan datangnya Ratu Adil, itu sebenarnya karena mereka ingin terbebas dari penderitaan dan kemiskinannya. Oleh SINDHUNATA Kompas, 8 Desember 2023 05:16 WIB KOMPAS/HERYUNANTO Ilustrasi Hiruk-pikuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 terjadi setelah 25 tahun  reformasi . Sayang jika keterkaitan waktu di antara keduanya begitu saja kita lupakan. Kita boleh segera membayangkan, bisakah hiruk-pikuk pesta  demokrasi  ini kita rayakan apabila tiada reformasi? Jawabannya mudah, andaikan tiada reformasi, rezim otoriter  Orde Baru  takkan tumbang. Artinya, rezim itu akan terus represif terhadap gerakan-gerakan demokratis, dan tak mungkinlah pesta demokrasi ini boleh terjadi. Maka, Pilpres 2024 merupakan anak dari reformasi. Jika ia berjalan melawan arah demokrasi, itu berarti ia membunuh ibunya sendiri. Dalam hal ini perlu terus kita ingat, demokrasi itu rawan, bagai gelas yang mudah pecah. Kita harus merawatnya dengan amat...