Masalah buat elo ?



Masalah ” adalah kata yang sangat sering kita dengar, kita mengakrabi sekaligus membenci, karena pada dasarnya setiap kita tidak suka dengan masalah, tapi faktanya setiap saat kita punya masalah dan sering berMasalah, saking keseringan sampai kita tidak tahu apa itu sejatinya  “Masalah”.


Dalam pengertian awam yang kita sering dengar dan yakini, masalah adalah problematika, hal-hal yang menyusahkan hidup, tingkatannya bisa mudah, sedang, rumit, dan rumit sekali. 


Pada tingkatan yang mudah, biasanya kita lalui dengan biasa saja, bahkan tanpa kesan, tapi pada tingkatan yang “rumit sekali” kita akan mengalami stress, dan rasanya seperti tidak menemukan solusi atau jalan untuk menyelesaikannya.


Orang beriman akan berusaha berprasangka baik dengan berat ketika menghadapi masalah, meyakini bahwa semua masalah itu adalah ujian dari Tuhan, lalu menghibur diri bahwa dibalik masalah pasti ada hikmahnya, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, itu nasehat yang didapat dari para penceramah yang tak pernah bosan mengutip ayat dan mengulangnya.


Kita (orang-orang beriman) hidupnya memang enak, selalu menyederhanakan masalah sebagai ujian dari Tuhan,  tidak perlu berpikir capek mencari penyebab dan penyelesaiannya.  


Pada kajian akademik, definisi masalah adalah "Kesenjangan antara harapan dan kenyataan”, harus dicari dan dipetakan penyebab kesenjangannya. 


Misalnya ? 


Mengapa di bulan puasa ini angka ketidakdisiplinan di jalan raya tidak menurun, padahal katanya puasa mengajarkan kedisiplinan dan berperilaku jujur. 


Mengapa di bulan puasa rata-rata biaya hidup muslim untuk membeli makanan lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya, padahal katanya puasa mengajarkan menahan diri dan kesederhanaan.


Menerobos lampu merah, melawan arus, menyerobot dalam kemacetan adalah contoh sederhana dimana banyak orang yang katanya berpuasa belum mampu berperilaku disiplin dan jujur.


Begitu juga phenomena Takjil War atau berburu takjil dan menumpuk makanan buat berbuka dan sahur adalah gambaran ketidakmampuan menahan diri dan penerapan pola hidup sederhana orang yang sedang berpuasa.      


Melihat phenomena umum, kita bisa mengajukan pertanyaan yang bukan gugatan, tapi lebih mengarah kepada kajian.


  • Apakah puasa mempunyai pengaruh positif pada pembentukan karakter yang lebih baik orang islam ?


  • Apakah benar puasa dapat membuat orang yang menejalaninya menjadi lebih sehat, seperti yang disabdakan Nabi “ Shumu Tashihhu ” ?


  • Apakah gebyar kultum dan ceramah di bulan Ramadhan dapat menguatkan pengaruh puasa pada pembentukan pribadi yang disiplin, amanah, mampu menahan diri dan menerapkan pola hidup tidak berlebihan (sederhana) pada semua aspek kehidupan ?


  • Apakah puasa hanya sekedar ritual yang difestivalkan, dirayakan dengan makan enak setiap hari dan diakhiri dengan silaturahmi saling memaafkan lengkap dengan baju baru yang gemerlap ?


Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin menarik buat kita kaum yang berfikir, bisa didefinisikan sebagai masalah, karena ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. 


Kita bisa saja melakukan penelitian-penelitian ilmiah untuk menguji keyakinan-keyakinan yang dianggap mapan, dengan resiko mendapatkan pertanyaan ofensif dari responden. 


Emang Masalah buat elo_ !!?


Have a good weekend & Salam

Zarkasyi Husin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#berduasaja #menuabersama

Dexter the Vigilante: Menguak Kedalaman Naluri Gelap Manusia

Anak Punk