Nyampah Sampah
Nyampah, anak sekarang bilangnya “nyepam”, satu aktivitas kirim pesan yang dianggap mengganggu penerimanya, ngotor-ngotorin dan tidak penting, karena isinya dikategorikan sebagai
sampah (spam).
Pesan yang dikategorikan sampah biasanya adalah berita-berita yang tidak jelas, tidak mutu, iklan tipu-tipu, dan yang paling sering adalah berita politik; hoax sara; dan juga hoax kriminal.
Aktivitas nyepam biasanya ramai di grup-grup WA alumni dan keluarga (besar maupun kecil). Saya pribadi hampir tidak pernah menerima spam dari teman secara japri, kalaupun dapat kiriman pesan, biasanya sekedar narasi tausiah, dari teman yang terjangkiti Messiah Complex akut.
Jika kita amati dengan tidak seksama (tidak perlu serius), yang suka kirim pesan-pesan yang dianggap (sampah) di WA grup biasanya orangnya itu-itu juga, atau dia lagi dia lagi. Kalau di group alumni rata-rata kaka senior, di WAG keluarga juga para senior (levelnya sudah Om dan Tante, dan juga Pak. Dhe Bu Dhe). Sementara di komunitas biasanya yang agak introvert, tidak terlalu talkative tapi suka muncul dengan berita-berita aneh lalu kemudian silent.
Kebiasaan para senior nyepam bukan tanpa sebab.
Menurut penelitian yang gak penting-penting amat untuk dibaca. Kebiasaan nyampah para senior adalah sebagai ekspresi kepedulian terhadap orang-orang yang dianggapnya lebih muda. Ekspresi ini biasanya dijelmakan dengan mengirim berita-berita yang mereka anggap baik, tampak ada upaya menyamakan persepsi di tengah pemikiran yang beragam. Contohnya adalah pengiriman berita-berita politik.
Kebiasaan kirim pesan para senior yang dianggap (sampah) juga adalah upaya eksis, ingin dianggap masih ada, baik secara fisik, maupun secara keilmuan dan pemikiran, walaupun tidak bisa dipungkiri gabut (hampa) juga adalah faktor yang mempengaruhi mereka untuk tetap aktif terhubung dan mengirim pesan di WA group.
Kita mungkin bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya walaupun tidak benar-benar bangat, kebiasaan para senior kirim pesan sampah pada dasarnya sekedar ekspresi kegabutan, mereka tidak terafiliasi dan terasosiasi dengan gerakan, pemikiran dan organisasi apapun, mungkin mereka sekedar FOMO (fear of missing out). Takut ketinggalan berita, dan dianggap kurang update.
Satu hari salah satu senior pesantren japri saya dan cerita kenapa dia tidak mau terlalu aktif lagi di group WA, katanya takut dianggap Nyepam (nyampah). Padahal beliau bukan termasuk yang suka kirim pesan aneh-aneh, hanya sekedar tausiah.
Saya bilang dan besarkan hatinya
“Biasa aja keles, gak usah diambil pusing, karena memang gak bisa diambil, sebaris text pemikiran atau product yang dilempar keluar pasti menuai pro dan kontra, kata Rocky gerung, pemikiran dianggap pemikiran jika dia bisa diperdebatkan. teruslah berkarya dengan tulisan pemikiran, biarin dianggap sampah, yang penting, Anda menulis Anda ADA”
Salam,
Zarkasyi Husin

Komentar