Postingan

Menuju Perubahan

Ada satu pejabat paling senior di negeri ini yang sepertinya alergi sekali dengan kata “Perubahan”. Kata tersebut buat dia seperti sindiran, bahkan mungkin juga ancaman. Maka tidak heran jika kita pernah lihat dia dengan nyinyir mengomentari tagline “perubahan”.  Kita semua sudah tahu bahwa pada dasarnya “Perubahan” adalah satu proses yang kita tidak bisa hindari, tidak bisa dibendung,  karena “Perubahan” adalah sesuatu yang alami, abadi, konstan, dan kodrati buat seluruh makhluk hidup. Bayi yang tadinya hanya bisa merangkak ingin berubah bisa berjalan. Tak peduli seberapa sering terjatuh, dia tetap ingin berubah dari hanya bisa merangkak lalu bisa berjalan. Anak-anak yang tadinya belum banyak mengerti apa-apa ingin berubah menjadi mengerti banyak hal. Salah satu proses perubahanya adalah dengan masuk sekolah dan belajar. Kita yang merasa miskin ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik (sejahtera), dengan cara apa, tentu dengan berusaha, bekerja dan berniaga. Lalu apa salahny...

Supports dan Congrats

Gambar
Kita adalah pribadi yang selalu tersenyum bangga di bawah lampu sorot, euphoria dalam gemuruh tepuk tangan, meninggi dalam riuhnya pujian dan ucapan selamat, lalu berdiri tegak dengan jas kejumawaan.  Kita Lupa tentang DIA disana yang selalu tidak kita ceritakan, padahal Kita adalah apa yang selalu ditulis dalam mimpi-mimpinya, disebut dalam setiap doanya, sementara DIA adalah yang luput dalam ingatan ketika kita berada dalam titik capaian.  DIA adalah yang selalu duduk di samping ketika penat melanda setelah aktivitas keseharian. DIA adalah yang menguatkan ketika kita jatuh. Kita lupa DIA adalah tangan Tuhan. Kita sering tidak sadar kapan makanan yang dihidangkan dimasak, kita sering lupa kapan pakaian yang bersih dan rapi dicuci dan diseterika. Kita sering lupa rumah yang selalu tertata. Kita tidak tahu kapan anak-anak kita bisa berdiri dan berjalan. Kita juga tidak tahu kapan anak-anak kita bisa mengucapkan kata Mama dan Papa. Invisible hand atau Tangan Tuhan memang bekerja...

Politik Ratu Adil

  Kalau wong cilik mengharapkan datangnya Ratu Adil, itu sebenarnya karena mereka ingin terbebas dari penderitaan dan kemiskinannya. Oleh SINDHUNATA Kompas, 8 Desember 2023 05:16 WIB KOMPAS/HERYUNANTO Ilustrasi Hiruk-pikuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 terjadi setelah 25 tahun  reformasi . Sayang jika keterkaitan waktu di antara keduanya begitu saja kita lupakan. Kita boleh segera membayangkan, bisakah hiruk-pikuk pesta  demokrasi  ini kita rayakan apabila tiada reformasi? Jawabannya mudah, andaikan tiada reformasi, rezim otoriter  Orde Baru  takkan tumbang. Artinya, rezim itu akan terus represif terhadap gerakan-gerakan demokratis, dan tak mungkinlah pesta demokrasi ini boleh terjadi. Maka, Pilpres 2024 merupakan anak dari reformasi. Jika ia berjalan melawan arah demokrasi, itu berarti ia membunuh ibunya sendiri. Dalam hal ini perlu terus kita ingat, demokrasi itu rawan, bagai gelas yang mudah pecah. Kita harus merawatnya dengan amat...

Bercandaa, bercanda

Sabtu lalu 14 Oct di kolom Karier Kompas ada artikel tentang Humor di tempat kerja. Menarik untuk dikaji. Tempat kerja atau kantor sebaiknya menjadi tempat yang menyenangkan, tempat dimana orang rindu untuk datang, bertemu, berkumpul dan bekerja, bukan tempat yang dingin dan serba kaku. Humor bisa menjadi media untuk mencairkan suasana tersebut. Mungkin berlebihan kalau saya bilang "kantor seharusnya menjadi tempat bermain, tapi sambil kerja serius, atau serius kerja tapi masih bisa bermain", nah bingung kan.  Di tempat kerja saya, para staf tidak sungkan bercanda dengan saya, begitu juga sebaliknya, saya biasa bercanda atau berhumoria dengan mereka, hampir tiap hari. rasanya hari tidak lengkap jika kami lewati dengan kedinginan dan kekakuan.  Bercanda dan berhumoria bisa menjadi alat membangun keakraban dengan team kerja. Kami sudah melakukannya dan selama ini kerjaan fine-fine saja. Semua staff bisa bekerja dengan baik, meet schedule dan bahkan bisa lebih kreatif dan produk...

King The Land

Gambar
Saya terpaksa menontonya , mungkin itu narasi pembuka paling tepat untuk tulisan ini. Seorang dosen mata kuliah Strategic Management dan Business Modelling setengah menganjurkan kami untuk nonton drakor King The Land . banyak pelajaran berharga yang bisa diambil katanya. Saya tidak percaya. Dalam bayangan saya, drama Korea atau lebih terkenal dengan singkatan drakor, adalah film-film khas Korea yang mudah ditebak plot dan endingnya, kalau tidak cerita percintaan romantis menyek-menyek, paling cerita tentang pembulian di sekolahan, kampus, dan tempat kerja, atau juga tentang politik bisnis keluarga.  Bayangan saya tidak salah, walaupun tidak sepenuhnya benar. King The Land menghadirkan sesuatu yang sedikit berbeda, ada hal-hal yang menarik untuk dikaji, related dengan ilmu management, khususnya dalam lingkup corporate level strategic, dan business modelling. Saya tidak akan cerita seperti cerpen tiga babak, apalagi kisah percintaan didalamnya, kepanjangan, cukup bagian tengah dan ...

Lebaran

Lebaran, kata sebagian orang hanya bisa dirayakan oleh yang berpuasa, saya tidak sependapat, kecuali idul fitri, sesuai makna yang dipahami yaitu kembali makan pagi, maka hanya orang yang berpuasa yang bisa merayakannya. Lebaran sejatinya dirayakan dan disyukuri banyak orang, bukan hanya muslim, tapi non muslim juga. Lebaran telah bertransformasi menjadi festival yang kegembiraannya bisa dirayakan oleh semua orang. Gembira karena merasakan efek positif yang ditimbulkan, yaitu konsumsi. Bisnis pakaian bergeliat karena efek konsumsi menjelang lebaran, pedagang dan pegawainya bahagia karena dagangannya laku, upah bisa dibayar dan keuntungan pun diraih.  Para pedagang sembako pun merasakan efek positif lebaran yang sama, penjualannya meningkat dari hari biasa, maka pendapatannya  pun meningkat dari biasanya. Kesimpulannya, lebaran bisa memberikan efek positif hampir kepada semua sektor bisnis, produsen, konsumen, dan juga semua sektor bisnis pendukungnya. Sejatinya sebuah festival...

The power of Nampang

Gambar
Woody Allen adalah seorang Aktor, Sutradara, Musikus, Penulis, sekaligus Pelawak. Salah satu statement nya yang terkenal dan saya sukai adalah: "80% kunci sukses adalah nampang" Kata populer dari Nampang adalah; mejeng, pasang muka, menampang, atau ngeceng. kata terakhir tolong jangan diganti huruf e pertamanya jadi a. Jika dicermati dan dipahami, statement Woody Allen banyak benarnya. Walaupun belum tentu benar sepenuhnya tapi saya melihat banyak orang yang sukses karena rajin nampang.  Seorang pencari kerja, sukses mendapatkan pekerjaan karena mejengin CV nya di media jaringan profesional. Seorang konten kreator, sukses mendapatkan cuan ketika video konten nya dipejengin di Tiktok, Youtube atau instagram. Seorang pebisnis, sukses karena rajin sowan (nampang) ke para pemangku kebijakan, atau customernya. Seorang Politisi sukses mendulang suara karena rajin nampang, padahal belum bekerja. Seorang Ida Dayak, jadi terkenal dan sukses karena mejengin video pengobatanya  di media...