Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Peramal-peramal Digital

Gambar
Dulu para Raja begitu percaya dengan peramal, bahkan saking percayanya dengan Peramal, dan demi mempertahankan kekuasaanya Firaun sampai tega memerintahkan para tentaranya untuk membunuh setiap anak laki-laki Bani Israil .  Agama-agama langit melarang kita untuk mempercayai peramal, bahkan bisa dikategorikan syirik (Menyekutukan Tuhan), dosa yang tak terampuni dengan ganjaran Neraka, karena jikapun benar ramalan para peramal, itu dianggap sebagai kebetulan belaka, lalu bagaimana dengan peramal-peramal digital abad 21, apakah mereka dianggap sebagai para penista-penista agama, dan kita yang percaya dianggap para pendosa.  Jika percaya dengan Peramal dianggap dosa, tidak bisa dibayangkan begitu banyak pendosa di Jakarta dan sekitarnya, setiap pagi ribuan orang menggantungkan perjalanannya kepada Madam Waze dan Om Google, ketika Madam waze bilang kepada orang-orang Bekasi untuk hindari jalan tol, dan ambil jalan alternatif Kalimalang atau BKT untuk menuju Jakarta, maka ramai-ra...

Hati yang gembira

Gambar
Kata orang: hati yang gembira adalah imun terbaik ,  tapi maaf,  jangan tanya saya siapa orangnya yang ngomong seperti itu, karena saya sendiri tidak tahu yang mana orangnya, tapi setidaknya frasa itu mengingatkan saya pada sebuah buku yang pernah saya baca, dan dua phenomena yang saya alami sendiri.  Dari sekian bukunya, seperti: Tipping Point, What the Dog Saw, dan Blink, menurut saya, Outlier adalah buku Malcolm Gladwel yang paling menarik, membahas tentang hal-hal yang tidak wajar secara common sense, atau definisi secara statistiknya adalah: sekumpulan data yang menyimpang dari data seharusnya; menulis banyak fenomena yang cukup menarik di bukunya. Salah satu fenomena yang dia temukan adalah  dimana Malcolm hampir tidak menemukan orang yang mati muda karena serangan jantung pada satu komunitas orang Italia, tepatnya daerah Manhattan's Little Italy, padahal mereka adalah komunitas yang tidak terlalu rajin berolahraga, dan kebiasaan makannya sangat-sangat berlem...

Once upon time in Boston, it's about Jews

Gambar
Boston seharusnya sudah cukup hangat memasuki bulan April, tapi tidak siang itu, termometer menunjukan angka 50⁰ fahrenheit atau setara 10⁰ derajat celcius, sungguh suhu yang sangat dingin buat saya orang Bekasi, daerah yang berlimpah sinar matahari, yang terbiasa mandi keringat dan meninggalkan jejak kuning pada kerah baju dan lipatan ketiak. Meeting dan training siang itu rasanya menyiksa sekali, karena melihat saya yang tampak tidak sehat, meeting conductor, Julie Feder sampai menyapa saya, " Hi zarkasyi, are you o.k", "no, I am not feeling well" jawab saya, lalu dia menyarankan saya untuk ke rumah sakit setelah meeting, sungguh leader yang full awareness dan mengesankan buat saya. Ya Julie Feder, she is global leader for finance di Clinton Foundation, divisi health initiative. She is charming jews,  menggambarkan tentang dia tidak bisa dengan gaya Ernest Hemingway yang flat, sederhana, dan membuat kita harus membayangkan serta menebak-nebak.  Julie berperawakan ...

Profesi-profesi dewa dan receh

Gambar
  Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, bisnis, dan teknologi, maka berkembang pula profesi-profesi turunanya, profesi-profesi tersebut muncul karena kebutuhan pasar yang terus tumbuh, lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pelatihan, bimbingan sampai ujiannya pun bermunculan. untuk mudah mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik, maka banyak orang mengejar mendapatkan gelar profesi bersertifikat tersebut.  tidak mudah untuk untuk meraih profesi yang bersertifikat dan bisa dikatakan ahli di bidangnya, pastinya melalui jalan panjang yang penuh perjuangan, hasil akhirnya bukan cuma kecakapan yang mereka dapatkan, tapi juga sedikit arogansi, dan setiap profesi mempunyai arogansi tersendiri, tapi bukan profesi secara gelar yang arogan, tapi individu yang menyandang profesi tersebut. Misalnya dokter, banyak dokter merasa sebagai orang yang paling bisa menyelamatkan nyawa manusia, maka banyak yang bilang dengan setengah nyinyir bahwa dokter itu manusia setengah dewa...