Habis Covid terbitlah Resesi
Tepat jam 8 kurang 15 boss saya masuk kantor, seperti biasa beliau datang 10 menit setelah saya tiba, atau terkadang sebaliknya.
Suasana kantor yang belum ramai biasanya beliau gunakan untuk mengobrol dengan saya, topiknya tidak selalu tentang pekerjaan, terkadang tentang keluarga, atau sekedar menanyakan kegiatan apa yang saya lakukan di akhir pekan kemarin.
Pagi itu dia nampak berbeda, nampak ada kekhawatiran di balik senyumnya. Beliau bertanya kepada saya tentang bayangan resesi yang mengerikan di tahun depan. "ya mengerikan" jawab saya sekedar mengklarifikasi berita-berita di media yang terkadang lebih mencekam dibanding faktanya.
Saya kenal beliau pebisnis tangguh, buktinya perusahaan yang dipimpinya bisa melewati badai pandemic ketika banyak perusahaan seperti jatuh dari lantai 5 tanpa menggelinding lebih dahulu.
Turbulensi bisnis pasti ada di perusahaan yang beliau pimpin. Tahun 2020 penjualan menurun hampir 30% dibanding 2019, tapi tahun 2021 dilewati dengan kegemilangan sementara masih banyak perusahaan yang tertatih-tatih. Penjualan tahun 2021 naik hampir 25% dibanding 2020. Mengacu pada trend tahun sebelumnya, maka beliau optimis tahun 2022 penjualan ditargetkan naik 85%. Amazing, semester 1 2022 penjualan mencapai target.
Penetapan target penjualan tahun 2022 bukan sekedar angka tanpa data acuan. Trend harga batu bara adalah salah satu acuanya, sementara krisis energy di Eropa akibat perang Rusia:Ukraina semacam blessing in disguise. Ya, selalu ada hikmah dan berkat di balik krisis, itu fakta, buktinya banyak perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan meraih cuan yang luar biasa di era pandemic Covid-19.
Habis Covid terbitlah Resesi bukan sekedar frasa, tapi satu kenyataaan yang kita harus antisipasi. Saya yakin pimpinan perusahaan punya jurus jitu bagaimana menghadapi resesi tahun depan.
Berbicara tentang resesi saya jadi teringat tulisan Pak. Eri Silvanus seorang Human Behavior expert. judul tulisannya adalah "Memimpin Tim dalam masa Resesi". Salah satu narasi yang menarik dan mohon izin quote adalah "Keep your friends Close and your enemies Closer".
Saya sedikit berbeda menafsirkan frasa di atas. Frieds disini adalah anggota Tim, bisa bawahan atau teman setingkat, kita menjaga tetap dekat agar visi misi, target penjualan perusahaan bisa dikomunikasikan dengan baik, dan pesan top pimpinan tersampaikan.
Sementara menjaga jarak lebih dekat dengan enemies/musuh (Resesi) maknanya adalah agar kita bisa bersahabat lalu mengetaui kelemahanya, dan bisa menundukanya.
Saya yakin semua cara menghadapi tantangan resesi tahun depan sudah terlintas di benak pimpinan saya, salah satunya adalah memperbaiki sistem seperti yang diamanahkan kepada saya. dan sistem itu pula yang bisa menjadi alat komunikasi yang paling efektif dengan teman-teman (tim).
Have a nice weekend.
Tabiik
Zarkasyi

Komentar