Kementerian Hiburan dan Asyik2
Kementerian Hiburan dan Asyik2
By: LA
Agama yang terlalu mengekang kebebasan publik akan mendapat perlawanan yang setimpal. Karena itu, sebaiknya agama tak usah ikut-campur terlalu jauh urusan masyarakat. Karena kalau masyarakat sudah muak, perlawanannya sungguh tidak nyaman buat agama.
Itulah yang hari-hari ini terjadi di Arab Saudi. Masyarakat --anak-anak muda khususnya yang mewakili 70% populasi Saudi-- sudah terlalu muak dengan agama yang mendikte setiap inci kehidupan mereka. Muhammad bin Salman, pangeran yang menjadi bagian dari anak muda, sadar betul akan hal ini. Dia menganggap agama sudah ikut-campur terlalu jauh dalam kehidupan masyarakat Saudi.
Karena itu, sejak 2016, dia memberesi semua urusan yang berkaitkan dengan campur-tangan agama. Sebagai penguasa di negeri otoriter, tak ada yang berani melawannya. Siapa saja yang menentangnya akan ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Termasuk para ulama dan ustad.
Dia membubarkan polisi agama, yang selama ini sibuk ngurusi moral publik. Moral itu urusan individu. Negara tak perlu ikut campur terlalu jauh dalam urusan moral. Tak sampai di sini, MBS juga mendirikan satu kementerian yang khusus menangani hiburan publik. Namanya al-Hay'ah al-Ammah li at-Tarfiyah. Terjemahan bebasnya "Kementerian Hiburan dan Asyik2."
Salah satu program kementerian ini menyelenggarakan pesta, dansa, dan berbagai hiburan rakyat. Berbagai musisi, penyanyi, artis, dan band2 ternama dari Amerika dan berbagai negara diundang ke Saudi. Berbagai konser musik, disco, dll diselenggarakan dengan meriah.
Ini bukan sekadar hiburan. MBS ingin mengirim pesan kepada para pemuka agama: Marilah bersenang2. Jangan terlalu serius dalam beragama.
Komentar