How excellent you are in Excel



Setelah melihat iklan terlampir, terus terang saya baru tahu bahwa ternyata Microsoft Excel sudah ada sejak 1992, atau mungkin sebelumnya.

Awal bekerja pada tahun yang sama yaitu 1992, spreadsheet yang saya gunakan adalah Lotus 123, itupun versi release 2.3 yang belum ada tampilan grafis nya. 

Lotus baru enak dipandang dan ada tampilan grafis nya ketika keluar versi WYSIWYG (what you see is what you get) dan juga versi Simponi.

Awal sembilan puluhan spreadsheet yang merajai Indonesia adalah Lotus, sampai akhirnya tergeser dominasinya oleh MS Excel pada akhir sembilan puluhan, begitu pula pada saat yang sama Saya pun mulai belajar excel.

Sebagai orang yang bekerja dengan pengolahan data, memiliki kemampuan mengoperasikan spreadsheet semacam excel hukumnya seperti wajib (required), jika tidak punya pun tidak berdosa dan masuk neraka sebetulnya, paling banter tidak bisa bekerja. Mustahil bangat bakal  ditanyain Munkar Wa Nakir.

Kita akan sangat-sangat kerepotan dalam mengolah data dalam jumlah besar menjadi report (laporan) jika kemampuan spreadsheet nya sangat rendah, apalagi jika kita bekerja di bidang finance & accounting yang sarat dengan data-data yang penuh angka.

Kata orang, pekerja-pekerja yang mahir menggunakan spreadsheet excel adalah staff-staff finance dan accounting, wajar, karena mereka terbiasa dengan mengolah data. Kemampuan mereka hanya kalah oleh staff-staff KAP (auditor), apalagi jika dibandingkan dengan kemampuan spreadsheet orang-orang Singapore. Jauh. 

Tidak enak memang kalau dibanding-bandingkan, apalagi kalau dibandingkan dengan negeri yang suka di-underestimate oleh politisi, wong dibandingin sama mantannya pacar aja kesel. Tapi terus terang kemampuan orang-orang Singapore dalam menggunakan spreadsheet itu memang di atas kita (orang Indonesia), saya saksi yang mengalaminya.

Tahun 2005, ketika bekerja di US Multinational company, saya merasa sudah mempunyai kemampuan excel yang mumpuni, sampai akhirnya sadar dan sedikit malu bahwa colleague dari regional office (Singaporean) ternyata mempunyai kemampuan excel yang luar biasa hebat, dia sudah menggunakan fungsi-fungsi IF, SUMIF, VLOOKUP, PIVOT dan fungsi lainya dalam level advance, sementara saya masih kategori intermediate, padahal jabatan kami sama, yaitu Finance Manager. Baru kemudian saya menyadari bahwa ternyata kemampuan excel saya baru setara dengan kemampuan excel Finance Supervisor di Singapore.

Kata teman saya, kemampuan excel orang-orang Singapore terbangun oleh kebiasaan mengerjakan pekerjaan clerical, sebagai negara yang menjadi tempatnya financial services, maka mereka terbiasa juga mengolah financial huge data, dan make sense jika kemampuan mereka di atas rata-rata.

Pertanyaannya sekarang, how excellent you are in excel, jika anda bekerja pada bidang pengolahan data, anda harus menguasai excel, tapi apakah kemampuan menggunakan spreadsheet akan menjadi syarat yang ever lasting, secara aplikasi dan software semakin pintar, apakah kita akan tergantikan oleh mesin-mesin yang diam-diam terus belajar (Machine Learning) ?

Sesungguhnya kita tidak tahu hari esok, bulan depan, tahun depan trend nya akan seperti apa, apakah kebiasan-kebiasan dan norma-norma baru bermunculan, yang kita bisa lakukan untuk menyongsong setiap perubahan adalah terus belajar, dan bisa menjadi early adopter. Stay foolish, stay hungry.

Cheer,
Zarkasyi Husin 

✌️😊🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#berduasaja #menuabersama

Dexter the Vigilante: Menguak Kedalaman Naluri Gelap Manusia

Anak Punk