Musibah membawa Berkah


Ada cerita menarik dan inspiratif di balik photo terlampir ini.


Ini cerita tentang Bernie Ecclestone, pendiri Formula one (F1) group, sekaligus yang menukanginya selama 40 tahun. bisa disimpulkan, pastinya Bernie bukan orang sembarangan, tajir sudah tentu.


Satu hari Bernie keluar berjalan kaki  dari kantornya, ketika melewati tempat yang sepi dia dirampok.


Bernie dipukuli sampai babak belur,  mata sebelah kanannya bengkak, jam tangannya merk HUBLOT yang seharga 4 milyar dirampas.


Jika kita boleh berandai-andai, walaupun rasanya mustahil, Apa kira-kira yang akan kita lakukan jika jadi Bernie ?


Mungkin kita akan ngomel-ngomel, mengumpat, nangis berguling-guling karena kehilangan aset senilai 4 M, kemudian bikin laporan kehilangan ke kantor polisi, dapat selembar surat kehilangan tanpa ada jaminan aset kembali.


Tapi Bernie Ecclestone tidak begitu, ternyata dia tidak melakukan apa yang kita bayangkan. jelasnya tidak seperti emak-emak yang menggelar press conference mengakui habis dipukuli, padahal baru saja oplas.  


Dalam keadaan babak belur, Bernie minta difoto dengan muka tampak memar-memar dan mata bengkak. kemudian Bernie mengirimkan fotonya ke Boss (CEO) HUBLOT dengan pesan tertulis.


See what people will do for HUBLOT” artinya “lihat apa yang orang akan lakukan untuk memiliki HUBLOT


Kalimat di atas bentuk kritik yang sederhana, tapi sangat menohok, 


CEO HUBLOT tidak marah, apalagi panik, terus bersikap defend habis-habisan seperti boss-boss lain yang produk nya dikritik, tapi dia malah mengajukan HUBLOT sebagai merek resmi Formula One (F1), dan meminta izin Bernie agar fotonya boleh dijadikan iklan HUBLOT terbaru dengan narasi seperti pesanya Bernie.


Setelah iklan diluncurkan, orang-orang kaya berlomba membeli HUBLOT, penjualan melambung, keuntungan menggunung.


CEO HUBLOT meraih untung, dan Bernie beruntung, mendapatkan royalti dari setiap penjualan HUBLOT, mereka berdua senang tanpa harus saling bersitegang.


Mungkin ini namanya “Musibah membawa Berkah” blessing in disguise kalau kata anak-anak Jakarta Selatan (jaksel) yang tak pernah ketinggalan kata “which is” setiap kali ngobrol.


Bernie dan CEO Hublot sangat brilliant, super kreatif.  berkah bukan diharap dalam do’a, tapi diciptakan lewat ide dan kerja nyata. 


Salam,

Zarkasyi Husin








 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

#berduasaja #menuabersama

Dexter the Vigilante: Menguak Kedalaman Naluri Gelap Manusia

Anak Punk