Less is More



Terus terang, saya tidak tahu percis apakah Less is More adalah sebuah frasa, klausa atau kalimat. dan saya juga kesulitan menerjemahkannya secara tepat. mungkin terjemahan secara bahasanya adalah: kurang itu lebih, tapi jangan dibalik jadi lebih kurang, karena biasanya berakhir dengan permohonan maaf. 


baiklah kita anggap saja less is more ini sebagai frasa.


Terjemahan secara bahasa mungkin terdengar sederhana, tapi secara philosophy, dan akhirnya menjadi konsep, maka less is more mempunyai makna yang luar biasa.


Konsep less is more pada awal-awal diperkenalkan oleh seorang arsitek Jerman yang bernama Ludwig Mies van der Rohe, seorang jenius bangunan modern dunia. yang mengembangkan konsep less is more menjadi salah satu gaya desain minimalis, mengedepankan fungsi dari bagian bangunan itu sendiri daripada bentuk dan luas bangunanya. less diterjemahkan sebagai minimalism (sederhana) dan more itu fungsional sekaligus optimal.


Dalam dunia bisnis, less is more juga dikembangkan menjadi strategi branding, misalnya dalam pembuatan logo sebuah product. beberapa logo product dunia seperti: Nike, Macdonald, Iphone, mempunyai bentuk/tampilan yang sederhana/simple (less), tapi sangat-sangat atraktif, eye catching, sehingga kelebihannya (more)  adalah mudah diingat oleh orang yang pernah melihatnya.


Yang menarik untuk dibahas juga dimana less is more diadopsi menjadi gaya penulisan sebuah esai, artikel, ataupun opini. jika anda punya hobi membaca, maka akan banyak mengetahui beberapa penulis mempunyai gaya less is more. Ernest Hemingway salah satunya. 


Beberapa penulis mengatakan bahwa “Tulisan yang singkat (less) dan padat (more) akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh pembacanya, pesan dan gagasannya tersampaikan, sementara tulisan yang panjang akan melelahkan pembacanya dan membosankan. apalagi jika tulisan sampai berjilid-jilid, demo yang berjilid-jilid saja sekarang sudah dilupakan.


Jika tulisan yang panjang sulit dipahami dan belum tentu tersampaikan pesannya, lalu bagaimana dengan ceramah yang kepanjangan dan lama ?


Mungkin jamaah yang lebih tahu jawabannya pertanyaan di atas, yang pasti, kita mengimani bahwa sesuatu yang berlebihan dalam hal apapun akan lebih banyak kesia-siaannya daripada manfaatnya.


Salam 

Zarkasyi Husin


Note: gambarnya tidak nyambung 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#berduasaja #menuabersama

Dexter the Vigilante: Menguak Kedalaman Naluri Gelap Manusia

Anak Punk