Downsizing
Kita yang berkiprah sebagai karyawan swasta mungkin cukup sering mendengar kata downsizing. Dalam dunia kerja, kita memahaminya sebagai satu upaya perusahaan merampingkan sesuatu yang dianggap kegemukan, tujuannya adalah agar bisa lebih menghemat, atau mengurangi biaya-biaya yang tidak semestinya, cost effectiveness, dan kemudian perusahaan menjadi lebih profitable dan (menguntungkan) dan sustainable (berkelanjutan), kemudian karyawan terus bisa berkarya.
Terkait hal di atas, ada satu film menarik yang dibintangi oleh Matt Damon dan artis lainya yang saya tidak kenal, judulnya DOWNSIZING. Film ini bercerita tentang sekumpulan ilmuwan yang peduli dengan keberlangsungan hidup manusia di bumi. Mereka menganggap bahwa kerusakan bumi disebabkan oleh over populasi manusia, dan konsumsi pangan dan energi tidak terkendali.
Konsumsi pangan dan energi yang berlebihan menyebabkan gas rumah kaca meningkat, bumi makin panas, alam tidak bersahabat, dan bencana sulit diprediksi, sama sulitnya dengan menebak apa maunya wanita.
Kata orang bijak, "ada banyak cara menyelamatkan bumi dan keberlangsungan hidup manusia".
Penduduk di beberapa negara maju berkomitmen mengurangi konsumsi pangan dan energi: tidak makan daging berlebihan atau mempertibangkan menjadi vegan; konsumsi energi dikurangi dengan cara sederhana yaitu membiasakan mematikan lampu dan alat yang mengkonsumsi listrik besar jika memang tidak diperlukan.
Dalam rangka menekan laju over populasi beberapa negara menerapkan program cukup dua anak, di Indonesia kita mengenalnya sebagai KB (Keluarga Berencana. Penduduk beberapa negara maju bahkan berkomitmen tidak mempunyai anak. Dan yang lebih aneh lagi buat orang Indonesia, disana banyak orang yang komit tidak menikah, kontraproduktif dengan negara yang nun jauh disana dimana sebagian kecil penduduknya ingin menikah lagi, walaupun sebagian besar dari yang kecil tadi hanya sebatas angan.
Dr. Jorgen Asbjornsen yang digambarkan dalam film sebagai ilmuwan yang peduli dengan keberlangsungan hidup manusia berhasil menciptakan formula yang bisa menurunkan massa tubuh manusia, berubah menjadi kecil, manusia menjadi seperti seonggok daging, otot dan tulang dengan panjang 12 centimeter, jangan bayangkan beratnya, karena anda yang berpengalaman sudah pasti bisa menebak beratnya.
Setelah penemuan tersebut, banyak penduduk dunia yang punya kepedulian terhadap bumi ingin merubah tubuhnya menjadi kecil, rata-rata kelas menengah, dan tidak terkecuali Paul (Matt Damon) dan istrinya Audrey (Kristen Wiig) ingin pula merubah tubuhnya menjadi kecil. Mereka lalu ikut program downsizing (perampingan) tersebut. Pada saat proses downsizing berjalan ternyata Audrey istrinya Paul mengurungkan niatnya, maka hanya Paul yang akhirnya berubah menjadi lebih kecil dan menetap di Leisureland.
Paul kecewa karena ternyata istrinya tidak komit, tetapi dia lebih kecewa setelah tinggal beberapa lama di leisureland ternyata orang-orang yang mengecilkan tubuhnya semata-semata bukan berniat menyelamatkan bumi dan manusia, tapi lebih kepada bisa mendapatkan kemewahan orang-orang super kaya yang selama ini hanya bisa disaksikan. Menjadi kecil tujuannya agar supaya bisa menilai gunakan harta kekayaannya, tinggal di mini mansion, mengadakan pesta yang mewah seperti orang-orang kaya sebelum berubah menjadi kecil.
Manusia itu memang unik, niatnya abu-abu, rapuh, seperti rapuhnya kita waktu masih pakai seragam putih abu. Cerita film downsizing menggambarkan bagaimana begitu naifnya Manusia, di satu sisi mereka ingin menyelamatkan bumi, di sisi lainya mereka ingin menikmati.yang selama ini mereka belum dapatkan, ada dendam yang belum tuntas.
Konsep downsizing dalam cerita film sepertinya tidak mungkin dalam kacamata kita yang awam, dan terkesan cerita itu mengada-ngada, tapi setidaknya moral story dari film tersebut kita bisa petik, bahwa bumi yang kita tempati memang dirawat, caranya banyak.
Jika memang kita tidak bisa menjadi kecil, setidaknya kecilkanlah (kurangi) konsumsi berlebihan kita terhadap pangan, jika rumah minimalis (kecil) sudah mampu membuat kita nyaman tinggal didalamnya, kenapa mesti ngotot membeli rumah besar yang tentu konsumsi energinya juga besar.
"Adinda, raga dan rumah abang boleh kecil, tapi percayalah cinta abang bukan type minimalis"
Salam
Zarkasyi Husin
Komentar