Kurban, apakah tidak bisa dikonversi ?


 


Seorang teman bule yang muslim pernah cerita bahwa, para imigran timur tengah di eropa cukup sulit menerima budaya-budaya negara dimana mereka tinggal. Misalnya kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat. Bahkan bukan cuma kesulitan menerima budaya, tapi melanggar aturan  yang sudah lama diterapkan di negara tersebut kerap dilakukan (kurang patuh). misalnya tidak diperbolehkan memotong binatang sendiri di rumah, para imigran timteng sering melanggar aturan tersebut ketika hari raya idul adha, yaitu memotong kambing. efeknya banyak sentimen negatif yang dialamatkan ke imigran Timteng dan muslim pada umumnya. sentimen negatif kemudian berkembang dari sekedar isu tidak taat aturan kepada isu yang lain; muslim dianggap tidak punya rasa kasihan kepada binatang (Kambing & Sapi), dimana proses pemotongannya dianggap kejam, yaitu dengan menggorok lehernya; proses memotongnya dilakukan di tempat terbuka, sehingga bisa dilihat anak-anak, dan secara tidak sengaja seperti mengajarkan kekerasan kepada anak-anak; dan sentimen lainya yang bernada negatif. Di tengah sentimen negatif terhadap muslim, saya bersyukur ketika salah satu pesohor dunia yaitu, Bill Gate membuat pernyataan yang isinya membela muslim, seperti di bawah ini.


"I don't not want to see a hate of muslims because of their sacrifice during Eidhuladha, there are millions of animals killed daily in the restaurants of KFC, McDonald's, Burger King. This is an order to feed the rich and earn lot of money. While muslims on Eid sacrifice animal to feed the poor and gave them for free of charge. Have we lost our minds ?


Saya tidak tahu pasti apakah pernyataan di atas  benar dari Bill Gate atau bukan. Jika benar, saya sangat mengapresiasi.


Terkait larangan tidak boleh memotong sendiri hewan kurban yang diterapkan di Eropa yang sudah lama diterapkan, tahun ini Indonesia pun menerapkan larangan yang sama, walaupun masih dalam nada menghimbau, tapi setidaknya ada niat baik yang terkandung, terkait kesehatan misalnya, karena Indonesia sedang berjuang keras menekan angka penularan covid19, maka prosesi pemotongan hewan kurban dikhawatirkan mengundang kerumunan, dan beresiko menambah orang yang tertular covid19. 


Terlepas bahwa berkurban adalah ibadah yang baik, bersifat horizontal dan vertikal, memberikan kemaslahatan buat para fakir miskin, timbul pertanyaan dari saya:


Apakah sebaiknya tahun ini Muslim tidak perlu berkurban, jika memang dirasa perlu, apakah pemotongannya bisa diserahkan ke RPH (rumah pemotongan hewan). Jika memang tujuan orang berkurban adalah kemaslahatan orang banyak, kenapa berkurban tidak dikonversi saja dalam bentuk uang ? 


Pertanyaan terakhir mungkin terlihat ekstrim, tapi setidaknya, pertanyaan tersebut membuat kita bisa berpikir dan beribadah lebih praktis lagi.


Bayangkan, berapa juta orang yang terhindar dari resiko tertular covid19 jika tahun ini kurban dikonversi,  efek ekonomi nya pun begitu dahsyat, karena tidak semua orang suka makan kambing, ada proses yang banyak memakan tenaga waktu buat panitia kurban, dan yang menerima pun harus menyediakan bumbu untuk memasaknya, bagaimana jika mereka tidak mempunyai uang untuk membeli bumbunya. 


Kurban yang dikonversi dalam bentuk uang akan sangat-sangat berarti ketika diberikan ke fakir miskin, bisa jadi yang mereka butuhkan bukan seonggok daging, tapi uang;  untuk membayar listrik; SPP anak sekolah; beli obat, beli beras, maka jika hal itu kota lakukan maka konsumsi pun tumbuh walaupun sifatnya temporer, karena uang ftersebut dibelanjakan pada warung-warung terdekat, dan setidaknya ada efek ekonomi pada warga sekitar. 


Jika misalnya 1 masjid ada 80 ekor kurban, dan rata-rata harganya @3,000,000, maka jika dikonversi akan berjumlah 240,000,000, bagaimana jika di Bekasi ada sekitar 1,000 masjid, anda tinggal kalkulasi sendiri, mungkin proses pemberian nya dirasa sulit, maka kita bisa menggunakan teknologi (I.T).



Mungkin dulu Tuhan memerintahkan Ibrahim berkurban dengan Kambing karena pada saat itu, harta yang paling berharga adalah Kambing, bagaimana jika ternyata sekarang harta yang berharga adalah: uang, saham, emas atau mungkin bitcoin, maka niat melaksanakan berkurban menjadi lebih mudah lagi. Bisa jadi apa yang kita lakukan menjadi satu economic modeling yang baru dan bermanfaat.


Wallahu a'lam 


Selamat hari raya idul adha


Zarkasyi Husin










Komentar

Postingan populer dari blog ini

#berduasaja #menuabersama

Dexter the Vigilante: Menguak Kedalaman Naluri Gelap Manusia

Anak Punk