Garis Depan




Dwight D. Eisenhower, US President ke 34 pernah membuat statement yang sangat insightful, 


“Orang-orang yang tidak berada di garis depan, akan dengan mudah berkata bahwa perang itu tidak mengerikan”


Terkait dengan statement di atas yang sangat menarik, bahwa kita sama-sama tahu, orang-orang yang berada di garis depan pada saat pandemic adalah tenaga-tenaga kesehatan seperti: dokter, perawat. tanyalah bagaimana mereka berjibaku  menghadapi pandemic, maka akan kita dapati cerita tentang kengerian, kelelahan, keputusasaan, cacian, kematian, dan juga harapan. 


Sangat tidak bijaksana bahkan bisa dibilang bodoh jika kita bertanya tentang pandemic kepada para tokoh agama, politisi, bahkan para peramu kata, karena yang akan kita dapati cerita-cerita yang tidak masuk akal, sanggahan yang tidak berdasar, setumpuk lapuk cerita konspirasi, bahkan akhirnya mengarah ke hasutan, 


Para tokoh agama mungkin berada di garis depan dalam urusan memperbaiki akhlak dan ketaqwaan, walaupun kita tahu indikator kuantitatifnya tidak bisa kita dapatkan. karena memang taqwa dan akhlak tidak bisa dikuantifikasi. mungkin kita bisa dikuantifikasi dari banyaknya jumlah jamaah atau pengikut, atau dari bertambahnya rumah-rumah ibadah yang megah.  


Para politisi mungkin berada di garis depan dalam urusan memperbaiki tatanan politik negara yang harapannya lebih berpihak kepada rakyat, sementara yang kita dapati sekarang adalah keberpihakan kepada partainya, dirinya dan juga kolega-koleganya.  


Para peramu kata selalu berada di garis depan kerumunan, menebar pesona dengan cerita-cerita memukau, mengumbar racauan, mereka bak tukang sihir yang bergentayangan, meniupkan mantra yang mematikan jiwa, lalu melemparkan kita ke dalam ruang-ruang hampa logika.


Jika kita tahu dan sadar yang berada di garis depan adalah para tenaga kesehatan, kenapa kita harus bertanya kepada orang-orang yang bersembunyi di balik jubah kebesaran, yang terus ketakutan karena diteror kelaparan, dan kematian. 


Salam,

Zarkasyi Husin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#berduasaja #menuabersama

Dexter the Vigilante: Menguak Kedalaman Naluri Gelap Manusia

Anak Punk