Lebih dari selamanya
“Kamu akan menikah lagi tidak kalau aku mati duluan?” Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Rifa, ringan seperti buih, dibungkus nada setengah bercanda yang seharusnya tak perlu diambil hati. Namun, di ruang tamu yang hangat itu, Salim menjawabnya dengan ketegasan yang melampaui logika. “Tidak lah,” tukasnya, disusul gumaman kecil, “Ngomong apa sih kamu.” Bagi Salim, kalimat itu bukan sekadar obrolan pengantar tidur. Ia adalah segel. Dalam film Lebih dari Selamanya, Donny Alamsyah (Salim) dan Shareefa Daanish (Rifa) tidak sekadar beradu peran; mereka memotret sebuah arsitektur rumah tangga yang ideal namun rapuh di hadapan takdir. Salim adalah prototipe ayah yang tangguh, sementara Rifa adalah tiang penyangga yang tetap kokoh saat fondasi ekonomi dan psikologi suaminya mulai retak. Mereka adalah dua kutub yang saling mengunci dalam janji: mencintai sampai maut, dan bertemu kembali di surga. Namun, hidup punya selera humor yang getir. Gelembung Kenangan yang Menyesak...