Kota 1001 Sirine
Entah sudah berapa kali saya mendengar bunyi sirine yang "nguing-nguing" di jalan, mungkin sudah puluhan, ratusan, atau mungkin sudah ribuan, yang pasti saya tidak pernah mencatatnya, kecuali mengumpat, seperti yang anda-anda lakukan juga, mungkin. Bagaimana tidak jengkel dan menyemburkan umpatan, sirine yang sejatinya hanya boleh dibunyikan pada keadaan darurat dan penting, kini seperti barang murahan yang bisa dibeli dengan harga mahal. Untuk bisa menyalakan sirine, anda tidak perlu menjadi Polisi, supir ambulance, pegawai pemadam kebakaran, pejabat setingkat negara setingkat Bupati, Gubernur, Menteri, atau mungkin President, anda cukup berduit dan merasa penting, maka sirine dalam genggaman. Kata teman saya, Subandono. Sirine sekarang bukan hanya menjadi alat peringatan akan adanya bahaya, bencana alam, layanan darurat seperti ambulan, branwir, polisi, atau kendaraan yang mesti didahulukan seperti Presiden dan pejabat penting, tapi sekarang sirine ...