Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

si Tamak lebih mulia daripada si Saleh

Gambar
  Lihatlah sejarah mencatat bahwa, kelaparan tidak diatasi oleh gemuruhnya doa orang-orang Saleh di rumah-rumah ibadah, kemiskinan tidak di-entaskan dengan khotbah-khotbah para peramu kata, tidak ada catatan endemik dan epidemik hilang dengan caci maki yang kalian rajamkan kepada si laknat kapitalis. Si Laknat pengumpul pasti tidak akan menjalankan mesin-mesin pencetak uangnya sendiri, karena keterbatasannya dia mempekerjakan orang-orang qualified dibidangnya, tentu dengan imbal upah, ada berkah yang mengalir dari ketamakan mereka.  Ketika entitas imajiner (Negara) lumpuh dalam mengatasi wabah malaria, cacar, ebola, HIV, para kapitalis datang bak superhero mengkapitalisasi ketamakannya, riset medis didanai, produksi ditingkatkan, distribusi disebarluaskan, dan keuntungannya pun dilipatgandakan, maka hitunglah, berapa banyak nyawa yang terselamatkan oleh ketamakan, dan selanjutnya selalu ada limpahan kue yang mengalir dan dinikmati oleh para jelata.  Sepanjang proses riset...