Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

How often we visited Museum

Gambar
Seberapa sering kita mengunjungi Museum, 4 kali dalam setahun, 3 kali, 2 kali, 1 kali mungkin, atau tidak sama sekali ? Saya termasuk yang tidak sama sekali.  4 tahun saya berkantor yang letaknya hanya 100 meter dari Museum Nasional (atau orang dulu bilangnya Museum Gajah), tapi tidak sekalipun saya masuk, atau sekedar singgah untuk sekedar melihat-lihat, padahal sebetulnya Museum adalah tempat yang menarik untuk kita kunjungi. Museum bisa jadi sarana Edukasi & inspirasi. Di Museum, Kita bisa belajar tentang bagaimana peradaban suatu bangsa berproses, bertransformasi.  Di Museum, Kita bisa juga mempelajari kejadian masa lalu, tapi bukan masa lalu mantan pacar.  Di Museum, kita bisa mengenal bagaimana budaya-budaya banyak suku terbentuk, mengalami proses akulturasi. Saya, atau anda, mungkin adalah orang-orang yang tidak terlalu suka mengunjungi Museum. Buat saya pribadi, Museum hanya sebuah tempat rekaman Masa lalu, tempat begitu banyak rekonstruksi kejadian sejarah ya...

Wanita itu bukan Obyek

Gambar
Kasus pemerkosaan yang berujung bunuh dirinya korban karena depresi seharusnya menjadi pelajaran berharga buat kita para orang tua. Sudah seharusnya kita mengajarkan anak lak-laki bahwa, Wanita itu bukan obyek. Kasus pemerkosaan di banyak negara selalu menempatkan korban (wanita) pada posisi lemah, terintimidasi sistem hukum yang tidak berpihak pada korban. Bahkan intimidasi tidak cukup sampai disitu, karena alasan moral banyak orang mengatakan bahwa Wanita lah yang menjadi penyebab terjadinya banyak kasus pemerkosaan, misalnya karena berpakaian yang dianggap terlalu seksi, sehingga merangsang birahi dan  menimbulkan niat jahat, padahal setiap wanita berhak berekspresi dengan tubuhnya. Jika kita (laki-laki) menuntut Wanita untuk berpakaian tidak seksi (sopan), maka wanita pun berhak menuntut laki-laki menjaga matanya. Para pemerkosa tidak bisa membela diri bahwa apa yang mereka lakukan disebabkan perilaku si korbanya.